Jakarta International Expo
19-22 November 2025

Blog - Latest News

You are here:   

Industri plastik memegang peranan penting dalam perekonomian global, baik sebagai penyedia bahan baku industri maupun dalam mendukung kebutuhan sehari-hari. Fortune business insight (2025) memperkirakan nilai pasar plastik global akan meningkat hingga 532,64 miliar USD di tahun 2032, dengan pertumbuhan sebesar 5,1% pada periode 2024-2032. Namun, peningkatan  produksi tidak diimbangi dengan pengelolaan limbah yang baik. Unep (United Nations Environment Programme) mencatat bahwa setiap tahun, dunia menghasilkan lebih dari 300 juta ton sampah plastik dan hanya sebagian yang berhasil didaur ulang. Kekhawatiran masyarakat atas dampak lingkungan yang ditimbulkan menjadikan industri ini berada dalam persimpangan antara kebutuhan akan inovasi dan tuntutan keberlanjutan. Kondisi ini mendorong terjadinya transformasi dalam industri plastik yang meliputi berbagai tren, yaitu: 

Tren Material dan Inovasi Produk

Salah satu fokus utama dalam dalam tren industri plastik adalah pengembangan material baru yang lebih ramah lingkungan. Berikut beberapa inovasi material, yaitu: 

  1. Plastik biodegradable: Banyak perusahaan kini beralih menggunakan material dari tumbuhan sebagai solusi permasalahan lingkungan. Sifatnya yang mudah terurai menjadikannya semakin diminati oleh masyarakat. Untuk memahami lebih dalam mengenai plastik biodegradable, anda dapat membaca artikel kami: Mengenal Plastik Biodegradable dan Dampaknya bagi Lingkungan 
  2. Smart plastic: Kebutuhan material plastik yang lebih efisien mendorong peningkatan plastik, dengan daya tahan terhadap suhu, tekanan, dan bahan kimia yang lebih tinggi Di masa depan, plastik juga diharapkan mampu melacak mikro plastik yang ada serta kemampuan merespon rangsangan dari luar

Tren Teknologi Produksi

Plastik mendominasi pasar dalam konteks penggunaan material di berbagai industri, seperti yang ditunjukkan dalam diagram di bawah ini

Penggunaannya yang beragam menuntut pemilihan teknologi produksi yang tepat untuk memastikan efisiensi. Teknologi yang dapat diterapkan, seperti: 

  1. Teknologi plastik 3D printing: Teknologi ini memudahkan produsen untuk membuat produk yang kompleks dan detail dengan jangka waktu yang singkat. Produsen dapat menciptakan objek nyata hanya dari desain digital. 
  2. Penggunaan AI dan IoT: Pemanfaatan AI dan IoT dapat membantu proses produksi, seperti menyederhanakan rangkaian produksi, mengoptimalkan formulasi, dan membantu keputusan berdasarkan data. 
  3. Penggunaan robot dan mesin canggih: Untuk menghasilkan produk yang konsisten dan minim kesalahan, perusahaan menerapkan sistem otomatis dengan robot agar terhindar dari permasalahan human error. 

Tren Regulasi dan Kebijakan Global

Peningkatan kesadaran lingkungan telah mendorong lahirnya regulasi yang lebih ketat, seperti larangan penggunaan plastik sekali pakai yang diterapkan oleh berbagai negara. Upaya ini diperkuat dengan inisiatif global seperti kampanye Laut Bersih PBB tahun 2017, yang diikuti oleh lebih dari 50 negara. Tidak hanya itu, pada bulan Maret 2022, beberapa menteri lingkungan dan utusan dari berbagai negara mendukung penuh penyelesaian masalah plastik, dengan mengembangkan perjanjian hukum internasional pada tahun 2024 di majelis lingkungan hidup PBB yang diselenggarakan di Nairobi. 

Hal ini menunjukkan bahwa dukungan masyarakat yang dibantu oleh organisasi lainnya, memberikan dampak yang signifikan. Perlu diingat bahwa kebijakan suatu pemerintahan negara dapat berbeda satu sama lain tergantung nilai, budaya, dan tradisi, yang dianut. 

Tren Konsumsi dan Permintaan  Pasar

Melihat pembahasan sebelumnya, tentu ada perubahan pola konsumsi konsumen pada penggunaan plastik yang meliputi: 

  1. Permintaan plastik ramah lingkungan: Kini konsumen semakin selektif dalam memilih bahan plastik apa yang digunakan, mereka lebih menyukai material yang mudah terurai dan tidak mencemari lingkungan.  
  2. Pemakaian berkelanjutan: Melihat plastik biodegradable masih kalah masif dibandingkan plastik konvensional. Konsumen mencoba memilih pemakaian berulang hingga produk near-benar usang dan tidak bisa dipakai kembali, guna untuk mengurangi limbah yang dihasilkan. 

Perusahaan perlu bersiap  menghadapi dampak langsung dari perubahan sikap pelanggan dan regulasi dalam waktu dekat. Industri harus mengantisipasi lonjakan permintaan bahan daur ulang dan alternatif lainnya, yang akan membutuhkan pembelian peralatan dan prosedur baru. Sirkularitas dan keberlanjutan akan menjadi pilar utama ekonomi plastik  di masa depan. Tentu perubahan ini menimbulkan kerugian, tetapi perusahaan dapat mengubahnya sebagai peluang bisnis untuk meningkatkan reputasi. Seperti yang telah dilakukan oleh Lidl GB’s dan Coca-cola dalam kampanye “Prevented Ocean Plastic”, serta upaya Wisewell untuk mengalihkan dua juta botol plastik dari tempat pembuangan sampah. 

Transformasi industri plastik terus mengalami perkembangan seiring perubahan tren dan kebijakan. Perusahaan perlu beradaptasi ddengan melakukan pengembangan penelitian keberlanjutan, menyesuaikan diri dengan undang-undang baru, dan menjalin kemitraan dengan mengedepankan prinsip ekonomi sirkular.  Kunjungi artikel kami melalui website Plastics and Rubber Indonesia untuk mendapatkan pemahaman baru seputar trend penggunaan plastik dan teknologi modern lainnya. Maksimalkan potensinya sebagai solusi yang tepat untuk masa depan yang lebih cerah 

Referensi 

New Economic Study Reveals Major Contributions of Plastic Industry to Global Economy. (2024, 4 18). Retrieved from Internacl Council of Chemical Associations: https://icca-chem.org/news/new-economic-study-reveals-major-contributions-of-plastic-industry-to-global-economy/

Plastics Polymers & Resins. (2025, 2 4). Retrieved from Fortune Business Insigts: https://www.fortunebusinessinsights.com/plastics-market-102176

What’s Currently Happening in the Plastic Industry? (Q1 2024). (2023). Diambil kembali dari StartUs Insights: https://www.startus-insights.com/innovators-guide/whats-currently-happening-in-the-plastic-industry/